Hakikat Cinta Dalam Islam


Cinta adalah kata paling sakral yang berkemelut di setiap hati manusia. Cinta dapat berupa kata sifat yang dengan mudah berubah menjadi kata kerja. Karena sifatnya yang tak hanya dapat dilihat dan dirasakan, namun menjelma menjadi tindakan nyata yang dapat ditunjukan.
Manusia yang mengerti hakikat cinta, tidak akan dengan mudahnya mengumbar kata itu. Cinta baginya adalah tindak nyata yang ia lantunkan lewat doa di langit-langit harap sepertiga malam, ia gantungkan dalam rangkaian semoga yang ditujukan untuk orang yang dicintainya. Itulah cinta, yang mengagung bersama kesucian Rabb-nya.
Lantas, bagaimana menunjukan cinta kita kepada orang lain? Mari kita tengok pelajaran yang diambil dari seorang Amirul Mukminin, Umar ibn Khatab ketika menyatakan cintanya pada Rasulullah SAW.
Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”
Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari[XI/523] no: 6632)
Ucapan Umar tersebut yang diriwayatkan dalam sebuah hadits Bukhari bukan hanya perkataan belaka. Cintanya pada Rasulullah terbukti dengan ke Islamannya dan ia menjadikan dirinya sebagai tameng dari segala hal buruk yang datang menimpa Rasulullah. Umar ibn Khatab menempatkan dirinya di garda terdepan ketika Islam di remehkan di kalangan Arab. Umar ibn Khatab tak pernah membiarkan siapapun mengusik kedamaian Islam. Itulah bukti cintanya, yang bukan hanya ia lontarkan dan lupakan begitu saja.
Cinta yang suci diberikan dari orang yang suci, diperuntukan kepada orang yang suci dan dengan cara yang suci. Karena itulah fitrahnya cinta. Ia tak mudah disimbolkan hanya lewat sebatang coklat atau seikat bunga. Cinta adalah harga diri seseorang, dan tentunya kita sebagai umat Islam, harus paham betul bagaiman kadar cinta itu kita bagikan pada orang lain sesuai dengan hakikat cinta dalam Islam.


Diatas merupakan artikel tentang hakikat cinta dalam islam. Saat ini kami akan menjelaaskan mengenai produk kami. Smart Techno memproduksi jam digital masjid dengan berbagi macam type dan juga memiliki Pusat jam digital masjid. Produk Smart Techno ini juga tersedia di toko online OLX, Bukalapak, dan Tokopedia. Untuk info lebih lanjut dapat mengunjungi website kami di www.jadwaldigital.com

Sumber::

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menahan Cinta Dalam Islam

Fakta Tentang Cinta Menurut Pandangan Islam

Dalil Mengenai Cinta Dalam Islam